Let’s Get Safari â?? IE7 and Kick The Opera Ass
Setelah sekian lama ninggalin IE, dulu saya benci banget dech, baru-baru ini sayah koq tiba-tiba tertarik lagi tuk mencoba mencicipi IE, tepatnya IE7—terlambat yach?
—dan ternyata? ..gak seperti IE6 yang banyak dicaci sama web desainer atawa orang yang “ngeh” tentang nilai estetika persitusan, IE7 justru mampu menampilkan kontol situs… lhoo koq kontol sech?
, i meant, konten situs
dengan jauh lebih cerdas, semisal blog sayah ini kelihatan lebih cakep—seperti saya
—dan lebih hidup alias gak kering di IE7. Tau sendiri ‘khan kalo IE6 seringkali membuat tampilan web jadi berantakan, blog saya inupun di IE6—pada resolusi tertentu— sidebar-nya kadang turun kebawah—tapi kadang juga gak—meski di browser lain tongkrongannya dah cakep?
. Solusinya yach para estetiker web tsb mau gak mau harus pake trik dengan dua css sekaligus, satu css buat IE6 and above, satu css lagi buat browser laen, yang notabene meski tak sama tapi serupa, paham khan?
>-
Salah satu yang cukup cerdas juga di IE7 adalah font smoothing-nya itu lho yang bikin web kelihatan lebih hidup, emangnya mati ..ini pula yang belum diusung oleh browser sekaliber Firefox (FF) atao Netscape Navigator (NN) sekalipun, ini sepengetauan saya lho
. Khusus ‘tuk FF dan Font Smoothing, karna belum ada extensions-nya CMIIW, maka sebagian user Microsoft Windows XP/Vista menyiasatinya dengan cara mengaktifkan “Clear Type” di bagian Appearance » Effects, tapi itupun output-nya gak se-smooth IE7
..jadinya blog sayah ini di FF kelihatan kering githu, pokoknya gak kayak di IE7 dech
.
Lalu ada apa dengan Opera? …browser yang atu ini, ampe versi terbaru 9.24 yang saya coba, seringkali bikin blunder, ukuran font di web yang saya buka, termasuk di web saya, menjadi lebih besar, ketimbang ketika web dibuka pake FF, IE7 atau NN, dengan kata lain, melenceng dari ukuran yang di css, ini pengalaman saya lhoooo. Okelah soal speed-nya, Opera emang—dari pengalaman saya juga—lebih “lincah” ketimbang FF ataupun IE7. Tapi tunggu dulu J, soal kelincahan, browser Safari bisa melaju lebih wuss..wuss ketimbang Opera. Persoalannya adalah Safari—ini ‘tuk di Windows (XP/Vista/2003) yaaaaccchh—membutuhkan resource yang gede banget, gak maen-maen jek, lebih besar dari resource yang diminta ma IE6/7 atau Opera. Beda banget ma Safari under Mac OS, gak makan resource segitu besarnya ! kenapa koq di Windows begitu yach
.
Masih tentang Safari, …browser copyright Apple ini, di versi paling gres—3.0.4—persoalan resource yang cukup dahsyat tsb sudah berkurang, meski gak terlalu signifikan. Perubahan itu saya rasakan sendiri lhooo, padahal dulunya di versi pra 3.0.4, seringkali saat buka web dalam jumlah banyak, meski pake opsi pada “new tab” dan bukan pada “new window”, tiba-tiba saja itu Safari ter-close secara tiba-tiba. Btw, soal tampilan estetika web, jangan ditanya dan seperti anda ketahui sendiri, Safari emang biangnya dan gak ada duanya. Blog saya inipun paling estetik kalo dibuka pake Safari. Tambahan dikit,
…soal efek font smoothing itu sebenarnya sech emang gak bisa dilepaskan juga dari spek komputer yang kita pake online: monitor LCD, atau minimal monitor CRT layar datar, plus VGA middle/high end
.
So, mulai dari sekarang kampanyekan Safari sebagai browser favorit sehari-hari anda ‘tuk surfing di internet, dan mau tunggu apa lagi?, buruan pake Safari
dan jangan lupa, tinggalin Opera yaaaachh hahahaha…
![]()
|
|
|
|
|
|
|
Related Posts :









From Solo
Using
ini bisa dimasukkan dalam kategori penghinaan terhadap para pengguna Opera
From Solo
Using
aku yakin sekali apabila tantangan seorang pembuat web adalah memang untuk membuat web buatannya bisa tampil ciamik disemua browser, jadi tidak pilih-pilih
>-
From Sydney
Using
Well, memilih suatu browser tertentu itui khan cuman sebuah pilihan ajah, artinya gak bisa dikatakan sebagai sebuah penghinaan terhadap pengguna browser lain, especially the Opera users, gitchuuuu